Uang 182 T Belum dipakai

Posted on

kemudian indeks penjualan retail meningkat mencapai seratus delapan puluh dua koma tiga di bulan Maret.

 Artinya ada di mana

di situ ada permintaan, di situ adalah belanja.

 Di situ ada konsumsi, kelihatan di indeks penjualan retail.

Angka angka seperti ini perlu kita ketahui semuanya.

 Oleh sebab itu, saya mengajak kepada seluruh provinsi, kabupaten dan

kota segerakan yang namanya belanja pemda belanja desa gerakan.

Karena angka angka yang saya lihat yang tinggi itu baru belajar

pegawai Tapi juga baru di angka enam puluh tiga persen belanja modal per Maret akhir Maret kemarin belanja modalnya baru lima

koma tiga baru lima persen lima koma tiga persen, baru lima persen. Padahal yang namanya perputaran uang di sebuah

daerah itu sangat menentukan pertumbuhan ekonomi.

 Jadi transfer dari pusat ke daerah itu tidak dibelanjakan, tapi ditaruh di bank

. Ini yang menyebabkan nanti mengerem laju pertumbuhan ekonomi. Yang di sini hati hati, akhir Maret saya lihat di

perbankan daerah ada seratus delapan puluh dua triliun tidak semakin turun, semakin naik naik sebelas koma dua persen. Artinya

tidak segera dibelanjakan. Gimana pertumbuhan ekonomi di daerah mau naik kalau uangnya disimpan di bank ? Hati hati, saya

sudah sampaikan bolak balik ke Menteri Dalam Negeri untuk mengingatkan semua daerah agar segera mense gerakan belanja belajar, baik belanja

aparatur maupun belanja modal. Tapi yang paling penting belajar modal disegerakan sehingga terjadi peredaran uang yang ada di daerah.

Hati hati, seratus delapan puluh dua triliun uang yang saat budi sekali ini kalau segera dibelanjakan itu akan uang berputar

di masyarakat akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang tidak kecil

BACA JUGA :   Awalnya Upload Video di Balai Desa, Ini Kisah Youtuber Banyumas Berpenghasilan Rp 150 Juta per Bulan,
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *